Wednesday, 30 October 2013

Happy Sweet Seven

       Berawal entah darimana, semuanya mengalir begitu saja. Senyum dan sapamu petang itu membuka semuanya tentang kita. Tentang rasa yang terpendam, tentang sebuah kepastian, dan tentang cinta yang mulai merajalela.
Sore itu, disela tarian hujan yang memanjakan mata, aku melihatmu berjalan gagah. Rasaku terbang bersama khilaf, bersama semua rasa yang masih meraba, aku hanya bisa mengagumimu dalam diam. Tak pernah terbayangkan bisa duduk berjajar menatap kamera, selembar potongan kertas berbentuk hati itu mungkin isyarat. Apakah berawal dari itu? Bisa dibilang begitu, tapi sesungguhnya cinta tak pernah mempunyai awalan yang akan menjadi akhiran, tapi dia akan datang tanpa diminta dan akan pergi pada waktunya. Baiklah, sekarang bantu aku menamai ini apa, cinta kah? Atau sebuah rasa yang akan menyentuh nyata? Mungkin waktu yang akan mewujudkannya.
       Aku bukan tipe cewek yang mengharap sesuatu terlalu tinggi jauh dari angan dan gapaian tanganku, tapi aku tipe cewek yang berusaha meraih semua angan dengan tanganku. Namun untuk kamu dan cintamu, itu hanya angan yang mungkin akan menjadi angin, hampa, tak bisa ku genggam bahkan aku pegang. Itu terlalu tinggi, jauh melampaui semua anganku. Tetapi, lagi lagi Allah adalah sutradara hidup paling bijaksana. Keajaiaban cinta, bisa aku bilang demikian? Angan yang terbang melayang, kini hinggap pada tempat pelabuhannya. Rasaku telah nyata, tak lagi ku meraba. Hadirmu benar ada, dan cintamu sungguh nyata. Terima kasih Allah, terima kasih cinta, semua ini adalah anugerah cinta, semoga bukan titipan yang akan menjadi kenangan.
       Kini semua terwujud indah. Hitungan hari telah terlewati, hitungan minggu telah berlalu, meskipun hitungan tahun belum tersentuh, namun aku yakin bahwa hitungan bulan akan membawa kita menyentuh itu dengan semua cinta yang ada, dengan semua setia yang nyata. Tujuh bulan bukan waktu yang mudah untuk ditapaki, Long Distance Relationship juga bukan sebuah jarak yang menyekat, semua bukan hanya isapan jempol belaka, banyak resah, banyak gundah, banyak duka, bahkan banyak kecewa yang kita kunyah bersama tetapi semua sirna dengan besarnya cinta kita, dengan nyatanya setia kita, dengan kuatnya kepercayaan kita dan kokohnya komitmen kita. Ini sebuah cinta yang mengatasnamakan setia dan percaya, bukan cinta yang mengatasnamakan ego dan nafsu belaka. Terima kasih cinta, untuk semua rasa yang tak pernah sirna, akan ku jaga semua yang ada karena setiaku tak akan pernah punah.
Happy anniversary to 7 months...
Thank you for all the love that can make me perfect,
I hope you are my future priests. Amin.
Love you dear ~ Fariz Bastomy

No comments:

Post a Comment