Friday, 4 October 2013

Tangan Pisang

Deret pisang berjajar enak
Perlahan dikupasnya lunak
Sejuta sayang tertera nyata
Rengekan beradu tangis manja
Mencecap habis tiap suapnya

Wajah merona tergambar gembira
Tangan itu mengulas tawa
Di sela tangannya aku berlindung teduh
Tak lagi sesak, penat, atau jenuh
Terima kasih pemberi nyawa,
Aku menyayanginya
Mulai aku berbasuh darah, hingga nanti terbalut tanah

No comments:

Post a Comment