Thursday, 17 October 2013

Celah Jendela

Aku semakin dibuat tak waras
Bisa menyebutnya gila? Sebutan yang lebih pantas
Ribuan kilo ini semakin menyayat
Menumpas habis air mataku
Menyisakan benjolan di kelopak
Ini menyiksa!

Bisakah ku tarik masa
Mendekatkan yang terpisah
Ah, itu hanya ada pada peta
Tapi nyatanya?
Semua hanya menerka
Bayangmu hanya di jendela
Lalu hilang entah kemana

Hanya berbisik pada udara
Menyapa malam yang terselip pinta
Berharap pada pagi
Berdoa pada Ilahi
Ku ingin hadirmu di sisi
Menuai rindu yang menyerbu kalbu
Berapa lama kau ku tunggu?
Berapa banyak air mataku jatuh?
Berapa kata untuk doaku?
Tuhan, jamahlah doaku, kabulkan pintaku
Aku ingin hadirnya nyata, bukan bayangnya di jendela
                        -Malang, 16 Juni 2013-

No comments:

Post a Comment