Tuesday, 6 November 2012

“SASTRAWAN DAN LATAR BELAKANGNYA“


Dosen             : Dr. Wahyudi Siswanto
Mata Kuliah    : Teori Sastra

Selasa, 28 Agustus dan 4 September 2012

BAB I
“SASTRAWAN DAN LATAR BELAKANGNYA“
Karya sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi pengarang (Selden, 1985: 2). Kualitas karya sastra ditentukan oleh berbagai aspek yaitu, daya spontanitas, kekuatan emosi, daya kontemplasi, kedalaman nilai kehidupan, dan harmoni (Aminudin 2001: 5). Kehidupan kepribadian sastrawan dapat kita pahami melalui biografi sastrawan. Pemahaman terhadap sastrawan semakin lengkap bila di pahami melalui latar belakang sosiologis, latar belakang psikologis, latar belakang kebahasaan dan kesastraan dari sastrawa.
1.   Latar belakang sosiologis.
Sebagai makhluk social, sastrawan dipengaruhi oleh latar belakang sosiologisnya yang berupa struktur social, dan proses–proses social termasuk perubahan–perubahan social. Struktur social adalah keseluruhan jalinan unusr-unsur pokok yaitu kaidah-kaidah social, lembaga social, kelompok social dan lapisan social. Proses social adalah pengaruh timbal balik antara kehidupan ekonomi, politik, hokum, agama, dan sebagainya. Asal social merajuk pada lingkungan dimana seorang sastrawan tersebut di besarkan. Kelas social sastrawan adalah kedudukan didalam masyarakatnya. Jenis kelamin sastrawan, pria dan wanita ada hubungannya dengan kesastrawanannya. Contohnya, NH Dini dalam novel-novelnya banyak menyuarakan wanita Indonesia. Umur sastrawan diduga berpengaruh juga terhadap karyanya. Contohnya, pada saat muda puisi Taufiq Ismail dan Rendra berisi tentang protes social. Setelah dewasa, orang lebih suka melakukan perenungan. Ternyata ini ditunjukkan oleh kedua penyair tersebut dalam karya sastranya pada saat usia mereka dewasa. Dan kemudian pendidikan dan pekerjaan pun berpengaruh terhadap kesastrawanan seseorang.

2.      Latar belakang psikologis.
Selain di tentukan oleh system organ biologis, perilaku seseorang juga dipengaruhi dan ditentukan oleh akal dan jiwanya. Sususan akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan dari setiap individu manusia yang disebut kepribadian. Unsur-unsur kepribadian tersebut adalah pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri. Pertama, pengetahuan adalah unsure-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa manusia yang sadar, secara nyata yang terkandung dalam otaknya. Kedua, dari kepribadian adalah perasaan. Karena perasaan inilah berpengaruh terhadap pengetahuan yang dinilainya sebagai keadaan yang positif atau begatif. Ketiga, dorongan naluri yaitu kemauan yang sudah merupakan naluri tiap makhluk manusia yang timbul karena pengaruh pengetahuannya. Secara umum ada tujuh dorongan naluri yaitu, dorongan untuk mempertahankan hidup, seks, usaha mencari makan, untuk berinteraksi, meniru tingkah laku sesamanya, berbakti dan akan nilai keindahan.
3.      Latar Belakang Kebahasaan dan Kesastraan Sastrawan.
Hal yang berlaku dalam komunikasi sastra yaitu ketika sastrawan ingin menyampaikan pesannya maka ia harus mempergunakan bahasa sebagai mediumnya. Bahasa tersebut harus mudah dimengerti oleh pembacanya. Dalam berkomunikasi selain harus memperhatiakan bahasanya, sastrawan juga harus memperhatikan system sosio-budaya. Kemudian selain itu, sastrawan juga harus memperhatikan sistem sastra. Ketika sastrawan ingin menyampaikan pesan dalam bentuk puisi maka kata-kata, lambang, simbol, ungkapan dan bentuk pesannya akan berbeda ketika sastrawan menyampaikan pesan dalam bentuk drama.

No comments:

Post a Comment