Dosen : Dr. Wahyudi Siswanto
Mata Kuliah : Teori Sastra
Selasa, 28 Agustus dan
4 September 2012
BAB I
“SASTRAWAN DAN LATAR BELAKANGNYA“
Karya
sastra adalah anak kehidupan kreatif seorang penulis dan mengungkapkan pribadi
pengarang (Selden, 1985: 2). Kualitas karya sastra ditentukan oleh berbagai
aspek yaitu, daya spontanitas, kekuatan emosi, daya kontemplasi, kedalaman
nilai kehidupan, dan harmoni (Aminudin 2001: 5). Kehidupan kepribadian
sastrawan dapat kita pahami melalui biografi sastrawan. Pemahaman terhadap
sastrawan semakin lengkap bila di pahami melalui latar belakang sosiologis, latar belakang psikologis, latar belakang
kebahasaan dan kesastraan dari sastrawa.
1. Latar belakang
sosiologis.
Sebagai
makhluk social, sastrawan dipengaruhi oleh latar belakang sosiologisnya yang
berupa struktur social, dan proses–proses social termasuk perubahan–perubahan
social. Struktur social adalah keseluruhan jalinan unusr-unsur pokok yaitu
kaidah-kaidah social, lembaga social, kelompok social dan lapisan social.
Proses social adalah pengaruh timbal balik antara kehidupan ekonomi, politik,
hokum, agama, dan sebagainya. Asal social merajuk pada lingkungan dimana
seorang sastrawan tersebut di besarkan. Kelas social sastrawan adalah kedudukan
didalam masyarakatnya. Jenis kelamin sastrawan, pria dan wanita ada hubungannya
dengan kesastrawanannya. Contohnya, NH Dini dalam novel-novelnya banyak
menyuarakan wanita Indonesia. Umur sastrawan diduga berpengaruh juga terhadap
karyanya. Contohnya, pada saat muda puisi Taufiq Ismail dan Rendra berisi
tentang protes social. Setelah dewasa, orang lebih suka melakukan perenungan.
Ternyata ini ditunjukkan oleh kedua penyair tersebut dalam karya sastranya pada
saat usia mereka dewasa. Dan kemudian pendidikan dan pekerjaan pun berpengaruh
terhadap kesastrawanan seseorang.
2. Latar belakang psikologis.
Selain
di tentukan oleh system organ biologis, perilaku seseorang juga dipengaruhi dan
ditentukan oleh akal dan jiwanya. Sususan akal dan jiwa yang menentukan tingkah
laku atau tindakan dari setiap individu manusia yang disebut kepribadian.
Unsur-unsur kepribadian tersebut adalah pengetahuan, perasaan dan dorongan
naluri. Pertama, pengetahuan adalah unsure-unsur yang mengisi akal dan alam
jiwa manusia yang sadar, secara nyata yang terkandung dalam otaknya. Kedua,
dari kepribadian adalah perasaan. Karena perasaan inilah berpengaruh terhadap
pengetahuan yang dinilainya sebagai keadaan yang positif atau begatif. Ketiga,
dorongan naluri yaitu kemauan yang sudah merupakan naluri tiap makhluk manusia
yang timbul karena pengaruh pengetahuannya. Secara umum ada tujuh dorongan
naluri yaitu, dorongan untuk mempertahankan hidup, seks, usaha mencari makan,
untuk berinteraksi, meniru tingkah laku sesamanya, berbakti dan akan nilai keindahan.
3. Latar Belakang
Kebahasaan dan Kesastraan Sastrawan.
Hal
yang berlaku dalam komunikasi sastra yaitu ketika sastrawan ingin menyampaikan
pesannya maka ia harus mempergunakan bahasa sebagai mediumnya. Bahasa tersebut
harus mudah dimengerti oleh pembacanya. Dalam berkomunikasi selain harus
memperhatiakan bahasanya, sastrawan juga harus memperhatikan system
sosio-budaya. Kemudian selain itu, sastrawan juga harus memperhatikan sistem
sastra. Ketika sastrawan ingin menyampaikan pesan dalam bentuk puisi maka
kata-kata, lambang, simbol, ungkapan dan bentuk pesannya akan berbeda ketika
sastrawan menyampaikan pesan dalam bentuk drama.
No comments:
Post a Comment