Dosen : Imam Basuki Agus
Mata Kuliah : Dasar – Dasar Menulis
Rabu, 5 September 2012
BAB
I
PEMAKAIAN
HURUF
A. Huruf
Abjad
Huruf abjad dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri
dari huruf A-Z , seperti a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y
z.
B.
Huruf Vokal
Huruf vokal dalam bahasa Indonesa terdiri dari a
i u e dan o.
|
Huruf
Vokal
|
Contoh
Pemakaian Dalam Kata
|
||
|
Posisi awal
|
Posisi Tengah
|
Posisi Akhir
|
|
|
a
|
api
|
padi
|
Lusa
|
|
e*
|
enak
|
petak
|
Sore
|
|
emas
|
kena
|
Tipe
|
|
|
I
|
itu
|
simpan
|
Murni
|
|
o
|
oleh
|
kota
|
Radio
|
|
U
|
ulang
|
bumi
|
Ibu
|
*
untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen (‘) dapat digunakan jika
ejaan kata menimbulkan keraguan. Misalnya : Anak-anak bermain di téras
(teras) > Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia.
C.
Huruf
Konsonan
Huruf
konsonan dalam bahasa indonesia adalah huruf selain huruf vokal,yaitu
b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,z.
D.
Huruf
Diftong
Di
dalam bahasa Indonesia terdapat kata yang melambangkan diftong, yaitu ai,au dan oi.
|
Huruf
Diftong
|
Contoh
Pemakaian Dalam Kata
|
||
|
Posisi
Awal
|
Posisi
Tengah
|
Posisi
Akhir
|
|
|
ai
|
ain
|
malaikat
|
Pandai
|
|
Au
|
aula
|
saudara
|
Harimau
|
|
Oi
|
-
|
boikot
|
amboi
|
E.
Gabungan
Huruf Konsonan
Gabungan
huruf konsonan kh,ng,ny dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.
|
Gabungan
Huruf Konsosnan
|
Contoh
Pemakaian Dalam Kata
|
||
|
Posisi
Awal
|
Posisi
Tengah
|
Posisi
Akhir
|
|
|
Kh
|
khusus
|
akhir
|
tarikh
|
|
Ng
|
ngilu
|
bangun
|
senang
|
|
Ny
|
nyata
|
banyak
|
-
|
|
Sy
|
syarat
|
isyarat
|
arasy
|
Catatan
: nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbagan khusus.
F.
Huruf
Kapital
1.
Huruf
kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh : Dia
membaca buku.
2.
Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh : Adik
bertanya “Kapan kita pulang ?”
3. Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam
kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan.
Contoh : Islam, Kristen, Budha,
Katolik, Yang Maha Pengasih, Quran, dll.
4. a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf
pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan
yang diikuti nama orang.
Contoh : Mahaputra
Yamin, Nabi Ibrahim, Imam Syafii
b) Huruf
kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Contoh
: Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
5. a) Huruf kapital sebagai huruf pertama unsur
jabatan diikuti nama orang, nama instansi, nama
tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu,
Contoh
: Wakil Presiden Adam Malik.
b) Huruf kapital digunakan sebagaiai huruf pertama
nama jabatan atau nama instansi yang merujuk
kepada bentuk lengkapnya.
Contoh
: Sidang itu dipimpin oleh Presiden
Republik Indonesia
c) Huruf
capital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak
merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.
Contoh : Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu
?
6. Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang
Contoh
: Amir Hamzah
7. Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Namun huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan
bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan.
Contoh : 1. bangsa Eskimo > 2. pengindonesian kata asing (tidak
menggunakan huruf capital pada kata Indonesia)
8. Huruf
kapital digunakan pada pemakaian huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan
hari raya. Huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama unsur-unsur pada
peristiwa sejarah. Namun, tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah
yang tidak digunakan sebagai nama.
Contoh : tahun Hijriah (nama tahun)
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
(nama peristiwa sejarah)
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia (nama
peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama).
9. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi. Namun tidak
dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri
geografi.
Contoh : Banyuwangi
(nama diri geografi)
Bukit
Barisan (unsur geografi yang
diikuti nama diri geografi)
ukiran Jepara
(nama geografi yang kemudian diikuti kekhasan budayanya)
berlayar ke teluk
(tidak diikuti oleh nama diri geografi)
nangka belanda
(sebagai penjelas nama jenis)
10. a)
Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara,
lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, nama dokumen resmi kecuali kata tugas,
seperti dan, oleh, atau, untuk.
Contoh : Keputusan
Presiden Republik Indonesia
Nomor 57 Tahun 1972
b) Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf
pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga
ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi.
Contoh : menjadi sebuah republik
11. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang
terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, nama dokumen
resmi dan judul karangan.
Contoh : Perserikatan
Bangsa – Bangsa
12. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang
sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata
tugas seperti di, ke, dari, dan, yang,
untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain
ke Roma.
13. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama unsure singkatan nama gelar, pangkat
dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.
Contoh : Dr. Doktor
S.S. Sarjana Sastra
Tn. Tuan
14. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan,
seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik dan paman yang digunakan dalam penyapaan
atau pengacuan.
Contoh : Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”
15. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.
Contoh
: Sudahkah Anda tahu ?
16. Huruf
kapital digunakan sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya
yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan
dengan pernyataan lengkap itu.
G.
Huruf
Miring
1. Huruf
miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat
kabar yang dikutip dalam tulisan.
Contoh : Saya belum
pernah membaca buku Negarakertagama
karangan Prapanca.
2. Huruf
miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian
kata, kata, atau kelompok.
Contoh : Huruf pertama
kata abad adalah a.
Catatan
: Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam
tulisan tidak ditulis huruf miring tetapi diapit dengan tanda petik.
3. Huruf
miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan
bahasa Indonesia.
Contoh : Nama ilmiah
buah mangga adalah Carcinia
mangostana.
4. Ungkapan
asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan
sebagai bahasa Indonesia.
Contoh : Negara itu
telah mengalami empat kali kudeta.
Catatan
: Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan di cetak miring
digarisbawahi
H.
Huruf
Tebal
Huruf
tebal dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan judul buku, bab, bagian
bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambing, daftar pustaka, indeks dan
lampiran.
Contoh :
Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Bab : BAB I PENDAHULUAN
Bagian
Bab :
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Tujuan
Daftar,
indeks, dann lampiran :
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN
Catatan
: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak
dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.
No comments:
Post a Comment