Wednesday, 7 November 2012

PEMAKAIAN HURUF


Dosen              : Imam agus Basuki
Mata Kuliah     : Dasar – Dasar Menulis
Rabu, 5 September 2012
BAB I
PEMAKAIAN HURUF
A.    Huruf Abjad
Huruf abjad dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri dari huruf A-Z , seperti a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z.
B.     Huruf  Vokal
Huruf vokal dalam bahasa Indonesa terdiri dari a i u e dan o.
Huruf Vokal
Contoh Pemakaian Dalam Kata
Posisi awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
a
api
padi
Lusa
e*
enak
petak
Sore
emas
kena
Tipe
I
itu
simpan
Murni
o
oleh
kota
Radio
U
ulang
bumi
Ibu
* untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen (‘) dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Misalnya : Anak-anak bermain di téras (teras) > Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia.
C.    Huruf Konsonan
Huruf konsonan dalam bahasa indonesia adalah huruf selain huruf vokal,yaitu b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,p,q,r,s,t,v,w,x,y,z.
D.    Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat kata yang melambangkan diftong, yaitu  ai,au dan oi.
Huruf Diftong
Contoh Pemakaian Dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
ai
ain
malaikat
Pandai
Au
aula
saudara
Harimau
Oi
-
boikot
amboi
E.     Gabungan Huruf Konsonan
Gabungan huruf konsonan kh,ng,ny dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.
Gabungan Huruf Konsosnan
Contoh Pemakaian Dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
Kh
khusus
akhir
tarikh
Ng
ngilu
bangun
senang
Ny
nyata
banyak
-
Sy
syarat
isyarat
arasy
Catatan : nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbagan khusus.
F.     Huruf Kapital
1.   Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh : Dia membaca buku.
2.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh : Adik bertanya “Kapan kita pulang ?”
3.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam  kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan.
Contoh : Islam, Kristen, Budha, Katolik, Yang Maha Pengasih, Quran, dll.
4.   a)     Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan          keagamaan yang diikuti nama orang.
 Contoh : Mahaputra Yamin, Nabi Ibrahim, Imam Syafii
b)        Huruf  kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan       dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
  Contoh : Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
5.   a)     Huruf kapital sebagai huruf pertama unsur jabatan diikuti nama orang, nama instansi,        nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu,
        Contoh : Wakil Presiden Adam Malik.
b)   Huruf kapital digunakan sebagaiai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang     merujuk kepada bentuk lengkapnya.
      Contoh : Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia
c)      Huruf capital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.
Contoh : Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu ?
6.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang
Contoh : Amir Hamzah
7.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Namun huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan.
Contoh : 1. bangsa Eskimo > 2. pengindonesian kata asing (tidak menggunakan huruf capital pada kata Indonesia)
8.      Huruf kapital digunakan pada pemakaian huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. Huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama unsur-unsur pada peristiwa sejarah. Namun, tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.
Contoh :  tahun Hijriah (nama tahun)
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (nama peristiwa sejarah)
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia (nama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama).
9.      Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi. Namun tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.
Contoh :    Banyuwangi (nama diri geografi)
                  Bukit Barisan (unsur geografi yang diikuti nama diri geografi)
                  ukiran Jepara (nama geografi yang kemudian diikuti kekhasan budayanya)
                  berlayar ke teluk (tidak diikuti oleh nama diri geografi)
                  nangka belanda (sebagai penjelas nama jenis)
10.  a) Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, nama dokumen resmi kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, untuk.
Contoh :   Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
 b) Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi.
Contoh :   menjadi sebuah republik
11.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, nama dokumen resmi dan judul karangan.
Contoh :   Perserikatan Bangsa – Bangsa
12.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh :   Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
13.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsure singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.
Contoh :   Dr.       Doktor
                 S.S.      Sarjana Sastra
                 Tn.       Tuan
14.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik dan paman yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.
Contoh :   Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”
15.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan.
Contoh :   Sudahkah Anda tahu ?
16.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada kata, seperti keterangan, catatan, dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu.
G.    Huruf Miring
1.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Contoh : Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca.
2.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok.
Contoh : Huruf pertama kata abad adalah a.
Catatan : Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis huruf miring tetapi diapit dengan tanda petik.
3.      Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
Contoh : Nama ilmiah buah mangga adalah Carcinia mangostana.
4.      Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai bahasa Indonesia.
Contoh : Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.
Catatan : Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan di cetak miring digarisbawahi
H.    Huruf Tebal
Huruf tebal dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambing, daftar pustaka, indeks dan lampiran.
Contoh :
Judul                    : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Bab                      : BAB I PENDAHULUAN
Bagian Bab          : 1.1 Latar Belakang Masalah
                               1.2 Tujuan
Daftar, indeks, dann lampiran     :
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN
Catatan : Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.

No comments:

Post a Comment