Seperti judul di atas "Harus Ku Namai Apa?" perasaan yang semakin tak biasa, yang semakin tak menentu, bukan soal lara, bahagia, apalagi cinta. Aku bingung "Harus Ku Namai Apa?". Terkadang bahagia, tertawa,
ragu, sedih bahkan menangis. Lagi-lagi aku bertanya "Harus Ku Namai Apa?". Sebuah perjalanan hidup yang semakin tak pasti, terkadang aku ingin berada diantara mereka yang berbahagia, diantara mereka yang kaya raya, diantara mereka yang bergaya, tapi terkadang aku ingin berada diantara mereka yang terbalut lara, diantara mereka yang di bawah rata-rata, diantara mereka yang susah, dan diantara mereka yang selalu berusaha. Sebenarnya, "Harus Ku Namai Apa?". Dilema jadinya. Sampai pada akhirnya, aku menemukan seseorang yang mampu membuatku menamai semua ini, bukan menjadi diantara mereka yang berbahagia, kaya raya, yang bergaya, yang terbalut lara, yang di bawah rata-rata, ataupun yang susah dan yang selalu berusaha tapi aku menjadi diriku sendiri yang mampu membuat segalanya di atas rata-rata. Karena memang sejatinya menjadi diri sendiri jauh lebih kaya, lebih bahagia, dan lebih segalanya dari apapun yang pernah ada. Dan, aku menamainya "Bahagianya Menjadi Diri Sendiri" :)
No comments:
Post a Comment